###
Welcome to Lesson 37 of the Latinum Institute Modern Indonesian Course. This lesson focuses on akan, the Indonesian particle that expresses the English modal “would” in conditional contexts, as well as future intention.
Indonesian, unlike English, does not conjugate verbs for tense or mood. Instead, it employs invariable particles placed before the main verb. The particle akan is central to expressing hypothetical situations, conditional outcomes, future intentions, and polite suppositions—all meanings covered by English “would.”
For the complete course index, visit: https://latinum.substack.com/p/index
FAQ: What does “would” mean in Indonesian?
The English modal “would” is primarily expressed through the particle akan in Indonesian. When used in conditional sentences (with jika, kalau, bila, or andaikan), akan conveys hypothetical results. Unlike English, Indonesian does not distinguish morphologically between “will” (future) and “would” (conditional); context and conditional markers determine the meaning.
In this lesson, we will explore how akan functions across fifteen example sentences, demonstrating its role in expressing conditional outcomes, future intentions, hypothetical situations, and polite suppositions. The genre section presents a family dialogue showcasing natural conditional conversations.
Key Takeaways -
Akan is an invariable particle placed immediately before the main verb -
Conditional sentences combine jika/kalau/bila/andaikan (if) with akan in the result clause -
Context distinguishes future “will” from conditional “would” -
Andaikan/seandainya express stronger hypothetical or counterfactual conditions -
Indonesian verbs never change form—all grammatical information comes from particles and context
✾ ❦ ✾ ❦ ✾ ✾ ❦ ✾ ❦ ✾ ✾ ❦ ✾ ❦ ✾
37.1a Saya I akan would pergi go ke to pasar market besok tomorrow
37.1b Saya (SA-ya) I akan (A-kan) would pergi (per-GI) go ke (ke) to pasar (PA-sar) market besok (BE-sok) tomorrow
37.2a Jika if hujan rain turun falls kami we akan would tinggal stay di at rumah house
37.2b Jika (JI-ka) if hujan (HU-jan) rain turun (TU-run) falls kami (KA-mi) we akan (A-kan) would tinggal (TING-gal) stay di (di) at rumah (RU-mah) house
37.3a Dia he akan would membantu help kamu you kalau if kamu you minta ask
37.3b Dia (DI-a) he akan (A-kan) would membantu (mem-BAN-tu) help kamu (KA-mu) you kalau (KA-lau) if kamu (KA-mu) you minta (MIN-ta) ask
37.4a Andaikan suppose aku I kaya rich aku I akan would membeli buy rumah house besar big
37.4b Andaikan (an-DAI-kan) suppose aku (A-ku) I kaya (KA-ya) rich aku (A-ku) I akan (A-kan) would membeli (mem-BE-li) buy rumah (RU-mah) house besar (BE-sar) big
37.5a Mereka they akan would datang come malam night ini this
37.5b Mereka (me-RE-ka) they akan (A-kan) would datang (DA-tang) come malam (MA-lam) night ini (I-ni) this
37.6a Ibu mother berkata said bahwa that ia she akan would memasak cook nasi rice goreng fried
37.6b Ibu (I-bu) mother berkata (ber-KA-ta) said bahwa (BAH-wa) that ia (I-a) she akan (A-kan) would memasak (me-MA-sak) cook nasi (NA-si) rice goreng (GO-reng) fried
37.7a Bila if kamu you belajar study dengan with giat diligently kamu you akan would lulus pass ujian exam
37.7b Bila (BI-la) if kamu (KA-mu) you belajar (be-LA-jar) study dengan (DE-ngan) with giat (GI-at) diligently kamu (KA-mu) you akan (A-kan) would lulus (LU-lus) pass ujian (U-ji-an) exam
37.8a Seandainya if-only aku I punya have sayap wings aku I akan would terbang fly ke to langit sky
37.8b Seandainya (se-an-DAI-nya) if-only aku (A-ku) I punya (PU-nya) have sayap (SA-yap) wings aku (A-ku) I akan (A-kan) would terbang (ter-BANG) fly ke (ke) to langit (LA-ngit) sky
37.9a Apa what yang REL akan would kamu you lakukan do hari day ini this
37.9b Apa (A-pa) what yang (yang) REL akan (A-kan) would kamu (KA-mu) you lakukan (la-KU-kan) do hari (HA-ri) day ini (I-ni) this
37.10a Guru teacher mengatakan said siswa student akan would mengerjakan do tugas task itu that
37.10b Guru (GU-ru) teacher mengatakan (me-nga-TA-kan) said siswa (SIS-wa) student akan (A-kan) would mengerjakan (me-nger-JA-kan) do tugas (TU-gas) task itu (I-tu) that
37.11a Jika if ada there-is waktu time saya I akan would mengunjungi visit nenek grandmother di in desa village
37.11b Jika (JI-ka) if ada (A-da) there-is waktu (WAK-tu) time saya (SA-ya) I akan (A-kan) would mengunjungi (me-ngun-JU-ngi) visit nenek (NE-nek) grandmother di (di) in desa (DE-sa) village
37.12a Orang person boleh may pandai clever setinggi as-high-as langit sky tapi but selama as-long-as ia he tidak not menulis write ia he akan would hilang disappear dari from sejarah history
37.12b Orang (O-rang) person boleh (BO-leh) may pandai (PAN-dai) clever setinggi (se-TING-gi) as-high-as langit (LA-ngit) sky tapi (TA-pi) but selama (se-LA-ma) as-long-as ia (I-a) he tidak (TI-dak) not menulis (me-NU-lis) write ia (I-a) he akan (A-kan) would hilang (HI-lang) disappear dari (DA-ri) from sejarah (se-JA-rah) history
37.13a Kalau if tidak not punya have keberanian courage lantas then apa what harga value hidup life kita our ini this
37.13b Kalau (KA-lau) if tidak (TI-dak) not punya (PU-nya) have keberanian (ke-be-RA-ni-an) courage lantas (LAN-tas) then apa (A-pa) what harga (HAR-ga) value hidup (HI-dup) life kita (KI-ta) our ini (I-ni) this
37.14a Pemerintah government berjanji promised bahwa that keadaan situation akan would membaik improve tahun year depan next
37.14b Pemerintah (pe-me-RIN-tah) government berjanji (ber-JAN-ji) promised bahwa (BAH-wa) that keadaan (ke-a-DA-an) situation akan (A-kan) would membaik (mem-BA-ik) improve tahun (TA-hun) year depan (DE-pan) next
37.15a Saya I tahu know bahwa that kamu you akan would berhasil succeed dalam in setiap every pelajaran lesson
37.15b Saya (SA-ya) I tahu (TA-hu) know bahwa (BAH-wa) that kamu (KA-mu) you akan (A-kan) would berhasil (ber-HA-sil) succeed dalam (DA-lam) in setiap (se-TI-ap) every pelajaran (pe-la-JA-ran) lesson
✾ ❦ ✾ ❦ ✾ ✾ ❦ ✾ ❦ ✾ ✾ ❦ ✾ ❦ ✾
37.1 Saya akan pergi ke pasar besok. “I would go to the market tomorrow.”
37.2 Jika hujan turun, kami akan tinggal di rumah. “If it rains, we would stay at home.”
37.3 Dia akan membantu kamu kalau kamu minta. “He would help you if you asked.”
37.4 Andaikan aku kaya, aku akan membeli rumah besar. “Suppose I were rich, I would buy a big house.”
37.5 Mereka akan datang malam ini. “They would come tonight.”
37.6 Ibu berkata bahwa ia akan memasak nasi goreng. “Mother said that she would cook fried rice.”
37.7 Bila kamu belajar dengan giat, kamu akan lulus ujian. “If you study diligently, you would pass the exam.”
37.8 Seandainya aku punya sayap, aku akan terbang ke langit. “If only I had wings, I would fly to the sky.”
37.9 Apa yang akan kamu lakukan hari ini? “What would you do today?”
37.10 Guru mengatakan siswa akan mengerjakan tugas itu. “The teacher said the students would do that assignment.”
37.11 Jika ada waktu, saya akan mengunjungi nenek di desa. “If there is time, I would visit grandmother in the village.”
37.12 Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dari sejarah. “A person may be as clever as the sky is high, but as long as he does not write, he would disappear from history.”
37.13 Kalau tidak punya keberanian, lantas apa harga hidup kita ini? “If we had no courage, then what would be the value of our life?”
37.14 Pemerintah berjanji bahwa keadaan akan membaik tahun depan. “The government promised that the situation would improve next year.”
37.15 Saya tahu bahwa kamu akan berhasil dalam setiap pelajaran. “I know that you would succeed in every lesson.”
✾ ❦ ✾ ❦ ✾ ✾ ❦ ✾ ❦ ✾ ✾ ❦ ✾ ❦ ✾
37.1 Saya akan pergi ke pasar besok.
37.2 Jika hujan turun, kami akan tinggal di rumah.
37.3 Dia akan membantu kamu kalau kamu minta.
37.4 Andaikan aku kaya, aku akan membeli rumah besar.
37.5 Mereka akan datang malam ini.
37.6 Ibu berkata bahwa ia akan memasak nasi goreng.
37.7 Bila kamu belajar dengan giat, kamu akan lulus ujian.
37.8 Seandainya aku punya sayap, aku akan terbang ke langit.
37.9 Apa yang akan kamu lakukan hari ini?
37.10 Guru mengatakan siswa akan mengerjakan tugas itu.
37.11 Jika ada waktu, saya akan mengunjungi nenek di desa.
37.12 Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dari sejarah.
37.13 Kalau tidak punya keberanian, lantas apa harga hidup kita ini?
37.14 Pemerintah berjanji bahwa keadaan akan membaik tahun depan.
37.15 Saya tahu bahwa kamu akan berhasil dalam setiap pelajaran.
✾ ❦ ✾ ❦ ✾ ✾ ❦ ✾ ❦ ✾ ✾ ❦ ✾ ❦ ✾
These are the grammar rules for akan (would/will):
Position and Structure
The particle akan is invariable—it never changes form regardless of subject, tense, or number. It is placed immediately before the main verb:
Subject + akan + Verb + (Object/Complement)
Examples: Saya akan pergi (I would go), Dia akan makan (He would eat), Mereka akan datang (They would come).
Conditional Sentences with Akan
Indonesian conditional sentences follow this pattern:
Conditional marker + Condition clause, Subject + akan + Result verb
The conditional markers from informal to formal are: kalau (most informal, conversational) → jika (neutral, widely used) → bila (slightly formal, literary) → andaikan/seandainya (hypothetical, counterfactual).
Real conditionals (likely to happen): Jika hujan, saya akan tinggal di rumah. (If it rains, I would stay home.)
Hypothetical conditionals (unlikely/imaginary): Andaikan aku kaya, aku akan membeli pulau. (If I were rich, I would buy an island.)
Reported Speech with Akan
When reporting what someone said about future/conditional actions, akan appears in the subordinate clause introduced by bahwa (that):
Ibu berkata bahwa dia akan memasak. (Mother said that she would cook.)
Questions with Akan
In questions, akan remains before the verb. The question word typically appears at the beginning:
Apa yang akan kamu lakukan? (What would you do?) Kapan mereka akan tiba? (When would they arrive?)
Negation with Akan
To negate, place tidak before akan:
Saya tidak akan pergi. (I would not go.)
Common Mistakes
Placing akan after the verb: INCORRECT: Saya pergi akan. CORRECT: Saya akan pergi.
Using akan with time words redundantly: While grammatically acceptable, native speakers often drop akan when a clear time marker is present in casual speech: Besok saya pergi (Tomorrow I go) vs. Besok saya akan pergi (Tomorrow I will/would go).
Confusing jika/kalau (real conditions) with andaikan/seandainya (hypothetical): Use andaikan/seandainya only for impossible or highly unlikely conditions.
✾ ❦ ✾ ❦ ✾ ✾ ❦ ✾ ❦ ✾ ✾ ❦ ✾ ❦ ✾
Register and Formality
The choice of conditional marker reflects social context. In everyday family conversations, kalau predominates. In written Indonesian, journalism, and formal speeches, jika is preferred. The literary markers bila and andaikan appear in poetry, philosophical discourse, and romantic or dramatic contexts.
Indonesian Worldview and Conditionality
Indonesian culture places significant emphasis on fate (takdir) and acceptance (pasrah). Conditional statements often carry undertones of humility before divine will. Phrases like insya Allah (God willing) frequently accompany statements with akan, acknowledging that human plans are contingent on higher forces.
Regional Variations
In Javanese-influenced Indonesian, speakers may use nek (from Javanese) instead of kalau in casual speech. In Betawi (Jakarta dialect), kalo is the informal variant. Standard Indonesian jika remains the prestige form in education and media.
Politeness Strategies
Rather than direct refusals, Indonesians often use conditional softening: “Saya akan mencoba” (I would try) may actually mean “probably not.” This indirect communication style uses akan as a politeness marker, creating face-saving ambiguity.
The Written Word
Pramoedya Ananta Toer’s famous quote highlights the Indonesian respect for the written word: “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dari sejarah” (A person may be clever as the sky is high, but as long as he does not write, he would disappear from history). The use of akan here carries the weight of inevitable consequence.
✾ ❦ ✾ ❦ ✾ ✾ ❦ ✾ ❦ ✾ ✾ ❦ ✾ ❦ ✾
From the writings of Pramoedya Ananta Toer (1925-2006)
Pramoedya Ananta Toer, Indonesia’s most celebrated author, was nominated multiple times for the Nobel Prize in Literature. His works, including the Buru Quartet, were banned under the Suharto regime. The following passage reflects his characteristic use of conditional and consequential language:
F-A: Interlinear Construed Text
Kau you akan would berhasil succeed dalam in setiap every pelajaran lesson dan and kau you harus must percaya believe akan will berhasil succeed dan and berhasillah succeed-EMPH kau you
Kau (kau) you akan (A-kan) would berhasil (ber-HA-sil) succeed dalam (DA-lam) in setiap (se-TI-ap) every pelajaran (pe-la-JA-ran) lesson dan (dan) and kau (kau) you harus (HA-rus) must percaya (per-CA-ya) believe akan (A-kan) will berhasil (ber-HA-sil) succeed dan (dan) and berhasillah (ber-ha-sil-LAH) succeed-EMPH kau (kau) you
Anggap consider semua all pelajaran lessons mudah easy dan and semua all akan would jadi become mudah easy
Anggap (A-nggap) consider semua (se-MU-a) all pelajaran (pe-la-JA-ran) lessons mudah (MU-dah) easy dan (dan) and semua (se-MU-a) all akan (A-kan) would jadi (JA-di) become mudah (MU-dah) easy
Jangan don’t takut fear pada of pelajaran lesson apa what pun ever karena because ketakutan fear itu that sendiri itself kebodohan stupidity awal initial yang which akan would membodohkan make-stupid semua all
Jangan (JA-ngan) don’t takut (TA-kut) fear pada (PA-da) of pelajaran (pe-la-JA-ran) lesson apa (A-pa) what pun (pun) ever karena (ka-RE-na) because ketakutan (ke-ta-KU-tan) fear itu (I-tu) that sendiri (sen-DI-ri) itself kebodohan (ke-bo-DOH-an) stupidity awal (A-wal) initial yang (yang) which akan (A-kan) would membodohkan (mem-bo-DOH-kan) make-stupid semua (se-MU-a) all
F-B: Authentic Text with Translation
Kau akan berhasil dalam setiap pelajaran, dan kau harus percaya akan berhasil, dan berhasillah kau; anggap semua pelajaran mudah, dan semua akan jadi mudah; jangan takut pada pelajaran apa pun, karena ketakutan itu sendiri kebodohan awal yang akan membodohkan semua.
“You would succeed in every lesson, and you must believe you will succeed, and succeed you shall; consider all lessons easy, and all would become easy; do not fear any lesson whatsoever, because fear itself is the initial stupidity that would make everything stupid.”
F-C: Indonesian Text Only
Kau akan berhasil dalam setiap pelajaran, dan kau harus percaya akan berhasil, dan berhasillah kau; anggap semua pelajaran mudah, dan semua akan jadi mudah; jangan takut pada pelajaran apa pun, karena ketakutan itu sendiri kebodohan awal yang akan membodohkan semua.
F-D: Grammar and Vocabulary Notes
This passage demonstrates multiple uses of akan:
First occurrence: “Kau akan berhasil” — future/conditional promise Second occurrence: “percaya akan berhasil” — after percaya, akan introduces the content of belief Third occurrence: “semua akan jadi mudah” — conditional result Fourth occurrence: “yang akan membodohkan” — in a relative clause, showing consequence
Note the emphatic suffix -lah in “berhasillah kau” which inverts subject-verb order for rhetorical force.
The word membodohkan demonstrates the causative construction: bodoh (stupid) → membodohkan (to make stupid/to stupefy).
Attribution: Pramoedya Ananta Toer, from his collected works. This passage exemplifies his didactic style and his belief in education as liberation.
✾ ❦ ✾ ❦ ✾ ✾ ❦ ✾ ❦ ✾ ✾ ❦ ✾ ❦ ✾
Setting: A family discusses weekend plans over breakfast
Part A: Interlinear Construed Text
37.16a Ayah father apa what yang REL akan would kita we lakukan do akhir end pekan week ini this
37.16b Ayah (A-yah) father apa (A-pa) what yang (yang) REL akan (A-kan) would kita (KI-ta) we lakukan (la-KU-kan) do akhir (A-khir) end pekan (PE-kan) week ini (I-ni) this
37.17a Kalau if cuaca weather bagus good kita we akan would pergi go ke to pantai beach
37.17b Kalau (KA-lau) if cuaca (CU-a-ca) weather bagus (BA-gus) good kita (KI-ta) we akan (A-kan) would pergi (per-GI) go ke (ke) to pantai (PAN-tai) beach
37.18a Benarkah really ibu mother juga also akan would ikut join
37.18b Benarkah (be-NAR-kah) really ibu (I-bu) mother juga (JU-ga) also akan (A-kan) would ikut (I-kut) join
37.19a Tentu of-course saja EMPH ibu mother akan would menyiapkan prepare makanan food untuk for piknik picnic
37.19b Tentu (TEN-tu) of-course saja (SA-ja) EMPH ibu (I-bu) mother akan (A-kan) would menyiapkan (me-nyi-AP-kan) prepare makanan (ma-KA-nan) food untuk (UN-tuk) for piknik (PIK-nik) picnic
37.20a Jika if hujan rain bagaimana how kita we akan would tetap still pergi go
37.20b Jika (JI-ka) if hujan (HU-jan) rain bagaimana (ba-gai-MA-na) how kita (KI-ta) we akan (A-kan) would tetap (TE-tap) still pergi (per-GI) go
37.21a Tidak no kalau if hujan rain kita we akan would menonton watch film film di at rumah home saja just
37.21b Tidak (TI-dak) no kalau (KA-lau) if hujan (HU-jan) rain kita (KI-ta) we akan (A-kan) would menonton (me-NON-ton) watch film (film) film di (di) at rumah (RU-mah) home saja (SA-ja) just
37.22a Adik younger-sibling berkata said bahwa that dia he akan would membawa bring layang-layang kite
37.22b Adik (A-dik) younger-sibling berkata (ber-KA-ta) said bahwa (BAH-wa) that dia (DI-a) he akan (A-kan) would membawa (mem-BA-wa) bring layang-layang (la-yang-LA-yang) kite
37.23a Andaikan suppose paman uncle dan and bibi aunt bisa can ikut join pasti surely akan would lebih more ramai lively
37.23b Andaikan (an-DAI-kan) suppose paman (PA-man) uncle dan (dan) and bibi (BI-bi) aunt bisa (BI-sa) can ikut (I-kut) join pasti (PAS-ti) surely akan (A-kan) would lebih (LE-bih) more ramai (RA-mai) lively
37.24a Saya I akan would menelepon telephone mereka them sekarang now
37.24b Saya (SA-ya) I akan (A-kan) would menelepon (me-ne-LE-pon) telephone mereka (me-RE-ka) them sekarang (se-KA-rang) now
37.25a Kakak older-sibling apakah whether kamu you akan would mengajak invite teman friend temanmu your-friends
37.25b Kakak (KA-kak) older-sibling apakah (a-PA-kah) whether kamu (KA-mu) you akan (A-kan) would mengajak (me-NGA-jak) invite teman (TE-man) friend temanmu (te-MAN-mu) your-friends
37.26a Mungkin maybe satu one atau or dua two orang person kalau if mereka they tidak not sibuk busy
37.26b Mungkin (MUNG-kin) maybe satu (SA-tu) one atau (A-tau) or dua (DU-a) two orang (O-rang) person kalau (KA-lau) if mereka (me-RE-ka) they tidak (TI-dak) not sibuk (SI-buk) busy
37.27a Nenek grandmother pasti surely akan would senang happy kalau if kita we semua all berkumpul gather
37.27b Nenek (NE-nek) grandmother pasti (PAS-ti) surely akan (A-kan) would senang (SE-nang) happy kalau (KA-lau) if kita (KI-ta) we semua (se-MU-a) all berkumpul (ber-KUM-pul) gather
37.28a Ya yes tapi but nenek grandmother tidak not akan would bisa can berjalan walk jauh far di on pasir sand
37.28b Ya (ya) yes tapi (TA-pi) but nenek (NE-nek) grandmother tidak (TI-dak) not akan (A-kan) would bisa (BI-sa) can berjalan (ber-JA-lan) walk jauh (JA-uh) far di (di) on pasir (PA-sir) sand
37.29a Kita we akan would membawa bring kursi chair lipat folding untuk for nenek grandmother
37.29b Kita (KI-ta) we akan (A-kan) would membawa (mem-BA-wa) bring kursi (KUR-si) chair lipat (LI-pat) folding untuk (UN-tuk) for nenek (NE-nek) grandmother
37.30a Baiklah alright semuanya everyone sudah already diputuskan decided besok tomorrow pagi morning kita we akan would berangkat depart jam hour tujuh seven
37.30b Baiklah (BA-ik-lah) alright semuanya (se-mu-A-nya) everyone sudah (SU-dah) already diputuskan (di-pu-TUS-kan) decided besok (BE-sok) tomorrow pagi (PA-gi) morning kita (KI-ta) we akan (A-kan) would berangkat (be-RANG-kat) depart jam (jam) hour tujuh (TU-juh) seven
Part B: Natural Sentences
37.16 Ayah, apa yang akan kita lakukan akhir pekan ini? “Father, what would we do this weekend?”
37.17 Kalau cuaca bagus, kita akan pergi ke pantai. “If the weather is good, we would go to the beach.”
37.18 Benarkah? Ibu juga akan ikut? “Really? Mother would also come?”
37.19 Tentu saja. Ibu akan menyiapkan makanan untuk piknik. “Of course. Mother would prepare food for a picnic.”
37.20 Jika hujan, bagaimana? Kita akan tetap pergi? “If it rains, what then? Would we still go?”
37.21 Tidak. Kalau hujan, kita akan menonton film di rumah saja. “No. If it rains, we would just watch a film at home.”
37.22 Adik berkata bahwa dia akan membawa layang-layang. “Younger brother said that he would bring his kite.”
37.23 Andaikan paman dan bibi bisa ikut, pasti akan lebih ramai. “If uncle and aunt could come, it would surely be more lively.”
37.24 Saya akan menelepon mereka sekarang. “I would telephone them now.”
37.25 Kakak, apakah kamu akan mengajak teman-temanmu? “Older sister, would you invite your friends?”
37.26 Mungkin satu atau dua orang, kalau mereka tidak sibuk. “Maybe one or two people, if they are not busy.”
37.27 Nenek pasti akan senang kalau kita semua berkumpul. “Grandmother would surely be happy if we all gathered together.”
37.28 Ya, tapi nenek tidak akan bisa berjalan jauh di pasir. “Yes, but grandmother would not be able to walk far on the sand.”
37.29 Kita akan membawa kursi lipat untuk nenek. “We would bring a folding chair for grandmother.”
37.30 Baiklah. Semuanya sudah diputuskan. Besok pagi kita akan berangkat jam tujuh. “Alright. Everything has been decided. Tomorrow morning we would depart at seven o’clock.”
Part C: Indonesian Text Only
37.16 Ayah, apa yang akan kita lakukan akhir pekan ini?
37.17 Kalau cuaca bagus, kita akan pergi ke pantai.
37.18 Benarkah? Ibu juga akan ikut?
37.19 Tentu saja. Ibu akan menyiapkan makanan untuk piknik.
37.20 Jika hujan, bagaimana? Kita akan tetap pergi?
37.21 Tidak. Kalau hujan, kita akan menonton film di rumah saja.
37.22 Adik berkata bahwa dia akan membawa layang-layang.
37.23 Andaikan paman dan bibi bisa ikut, pasti akan lebih ramai.
37.24 Saya akan menelepon mereka sekarang.
37.25 Kakak, apakah kamu akan mengajak teman-temanmu?
37.26 Mungkin satu atau dua orang, kalau mereka tidak sibuk.
37.27 Nenek pasti akan senang kalau kita semua berkumpul.
37.28 Ya, tapi nenek tidak akan bisa berjalan jauh di pasir.
37.29 Kita akan membawa kursi lipat untuk nenek.
37.30 Baiklah. Semuanya sudah diputuskan. Besok pagi kita akan berangkat jam tujuh.
Part D: Grammar Notes for Genre Section
Family Terms in Indonesian
Indonesian kinship terms distinguish between older and younger siblings without specifying gender: kakak (older sibling) and adik (younger sibling). Gender is inferred from context or specified with laki-laki (male) or perempuan (female).
Inclusive vs. Exclusive “We”
Indonesian distinguishes between kita (we, including the listener) and kami (we, excluding the listener). In this family dialogue, kita is used consistently because all speakers are included in the family plans.
Question Formation with Akan
Questions maintain akan in its pre-verbal position: -
Apakah kamu akan ikut? (Would you come?) -
Apa yang akan kita lakukan? (What would we do?)
Negative Future/Conditional
The pattern tidak akan negates future/conditional actions: -
Nenek tidak akan bisa berjalan jauh. (Grandmother would not be able to walk far.)
Emphatic Particles
Pasti (surely/certainly) intensifies the certainty of a conditional outcome: -
Nenek pasti akan senang. (Grandmother would surely be happy.)
Conditional Chain
Note how the dialogue builds conditional chains: kalau cuaca bagus → akan pergi; kalau hujan → akan menonton film. This reflects natural Indonesian discourse structure.
✾ ❦ ✾ ❦ ✾ ✾ ❦ ✾ ❦ ✾ ✾ ❦ ✾ ❦ ✾
Key Sounds
Indonesian pronunciation is largely regular and phonetic: -
a = open “ah” as in “father” -
e = either schwa (ə) as in “about” OR “eh” as in “bed” (context-dependent) -
i = “ee” as in “see” -
o = “oh” as in “go” -
u = “oo” as in “moon” -
c = “ch” as in “church” -
ng = as in “sing” (can occur word-initially: ngomong) -
ny = “ñ” as in Spanish “señor” -
r = trilled or tapped, never silent
Stress Patterns
Indonesian stress typically falls on the penultimate (second-to-last) syllable: -
akan = a-KAN -
membantu = mem-BAN-tu -
pelajaran = pe-la-JA-ran
Exception: Words with schwa (e) in the penultimate syllable often shift stress to the final syllable.
Common Pronunciation Errors for English Speakers -
Pronouncing c as “k” instead of “ch” -
Failing to trill or tap the r -
Adding vowels between consonant clusters -
Stressing the first syllable (English pattern) instead of the penultimate
✾ ❦ ✾ ❦ ✾ ✾ ❦ ✾ ❦ ✾ ✾ ❦ ✾ ❦ ✾
The Latinum Institute has been creating language learning materials since 2006, serving autodidact learners worldwide. Our approach is grounded in the time-tested interlinear glossing method, which provides immediate comprehension without the frustration of constant dictionary consultation.
Why Interlinear Glossing Works
The construed text format allows learners to process target language structures directly, building intuitive grammatical understanding through repeated exposure. Each word receives its own gloss, eliminating ambiguity and enabling precise comprehension of how Indonesian expresses meaning.
About Indonesian
Indonesian (Bahasa Indonesia) is one of the most accessible Asian languages for English speakers. With no verb conjugations, no grammatical gender, no noun cases, and a largely phonetic spelling system, Indonesian offers rapid progress for dedicated learners. It serves as the national language of Indonesia and is closely related to Malay, making it a gateway to the Malay world.
Course Structure
This course follows a frequency-based vocabulary progression, ensuring that the most common and useful words are mastered first. Each lesson builds upon previous knowledge while remaining self-contained through the interlinear glossing method.
For the complete course index: https://latinum.substack.com/p/index
For reviews of Latinum Institute: https://uk.trustpilot.com/review/latinum.org.uk
✾ ❦ ✾ ❦ ✾ ✾ ❦ ✾ ❦ ✾ ✾ ❦ ✾ ❦ ✾
✓ Lesson 37 Indonesian complete
Nexal Code: Indonesian-L37-AKAN-MODAL-CONDITIONAL
---